KEJADIAN SETELAH GURU MENCERITAKAN MURID NYA

Boleh kah guru menceritakan kekurangan dan kejelekan muridnya ke teman sekolahnya dan orang tua teman-temannya?

Jawabannya: Tidak boleh
Menyebutkan kekurangan/kejelekan murid ke teman-temannya atau ke orang tua teman-temannya itu termasuk membuka aib. 

1. Dari sisi Agama
Rasulullah ﷺ bersabda: 
"Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat" HR. Muslim

Guru itu kedudukannya seperti orang tua kedua. Amanahnya adalah mendidik + menjaga kehormatan anak.

2. Dari sisi Dampak ke Anak
Kalau diceritakan ke teman-temannya:
1.  Anak dipermalukan → Bisa minder, drop, bahkan benci sekolah
2.  Jadi bahan bullying → Temannya bisa mengejek
3.  Hilang kepercayaan → Anak tidak akan terbuka lagi ke guru

Kalau diceritakan ke orang tua teman-temannya:
1.  Bukan urusan mereka → Bisa menimbulkan ghibah dan fitnah
2.  Nama anak jelek → Padahal anak masih proses belajar

3. Lalu bagaimana cara yang benar?
Contoh Masalahnya: "Kekurangan belajar/tingkah laku". 
Lalu Tempat yang benar untuk menyampaikan adalah: "Ke orang tua murid itu sendiri".  
Cara menyampaikannya: " 4 mata, privat. Pakai bahasa membangun.
Contoh: "Bu, Ananda masih kesulitan fokus. Kita sama-sama bantu di rumah ya".
Jika tujuan Untuk mendidik teman-temannya atau Ke semua murid, tanpa sebut nama, Nasehat secara umum.
Contoh: "Anak-anak, ingat ya kita tidak boleh mencontek. Itu tidak jujur".
Butuh penanganan khusus  Ke Guru BK, Kepsek, dan Ortu murid, kemudian  Rapat khusus untuk cari solusi.
Prinsip Nabi ﷺ: "Nasehati secara rahasia, puji di depan umum"

Klik linknya disini>>> https://youtu.be/i5tjiSVtjtY?si=bHXlJrXucK-CkyQf

Kesimpulan: 
Guru boleh menegur dan mendidik. Tapi caranya harus menjaga martabat anak.

Tujuan kita mendidik, bukan memalukan. 
Kalau tujuannya baik tapi caranya salah, hasilnya bisa sebaliknya: anak malah jauh dari kebaikan.

Semoga Allah mudahkan kita jadi pendidik yang amanah ya 🤲
 
Dari : Muhamad Nur Sumbi, S.S, Gr.

Komentar